Lahan itu mungkin tak akan ada lagi, yang ada hanyalah cerita yang bisa kusampaikan pada anak cucuku kelak. Tanah itu akan segera tergerus oleh pembangunan perumahan Harvest City. Mereka sudah merenggut sumber penghidupan orang - orang di kampungku. Kini semua hanya cerita . Tanah itu hanya tinggal menunggu backhoe yang akan menimbunnya, semua hanya akan jadi kenangan, Mereka memang kejam, mereka sudah merenggut kelestarian alam di kampungku, mungkin pemerintah juga berada di dalamnya.
Bermula , ketika para oknum yang menamakan diri mereka dengan KODAM, mereka membeli lahan tegalan dan sawah itu dengan harga sangat murah kepada penduduk, tanah orangtua ku pun , tak luput dari incaran mereka. Ketika itu , aku tak tahu apa yang terjadi, maksud mereka apa melakukan itu semua. Hingga aku baru sadar, saat ini, semenjak pembangunan Harvest City, ternyata pembelian lahan itu untuk dijadikan perumahan. aku merasa mereka yang menamakan KODAM itu menipu masyarakat. Mungkin karena mayoritas penduduk kami yang petani dan berpendidikan rendah pada saat itu, hingga para petani mau saja menjual tanah mereka.Hingga terbukalan mataku, ketika pembangunan Harvest itu terjadi. Sampai sekarang aku belum menemukan jawabannya. Mungkinkah ini memang rencana pemerintah atau bukan. Yang jelas sekarang, lihatlah ke kampungku, Kp. Sawah Ds. Cikaregeman.Lihatlah perumahan Harvest City itu, yang katanya kota 1050 H, terbentang antara Kabupaten Bogor dan berujung di kampungku , yang merupakan Kabupaten Bekasi. Memang sih dengan adanya perumahan itu, akses jalan menuju kabupaten Cilengsi lebih cepat. Tap di balik semua itu , menyisakan sebuah kenangan , menyisakan kekhawatiran para petani, karena sumber penghidupan mereka sudah tak ada lagi. Mereka sekarang menjadi buruh kasar dengan menjadi tukang kuli nurunin batu - batu atau pasir untuk material Harvest itu sendiri. tapi sampai kapan, mereka akan jadi buruh seperti itu. Sedangkan pembangunan tidak selamanya berjalan, ketika pembangunan perumahan Harvest selesai, lalu mereka kerja apa. Itulah yang menjadi bebanku. Sebenarnya ini bukan tugas pribadi, tapi ini adalah tugas negara, tapi ketika negara acuh, siapa lagi yang akan peduli kalau bukan kepedulian dari orang - orang yang peduli. Sungguh ironis, ingin rasanya aku bertemu dengan para pimpinan yang ada dalam jajaran pembuatan perumahan Harvest City, ingin aku bicara banyak hal kepada mereka. Karena mereka sudah mengambil kenanganku di sana. Bukan ku tak mau perubahan , tapi ku berharap, perubahan itu akan membawa dampak baik, dan yang membuat kebijakan bisa juga pro rakyat pribumi, sehingga para petani tak kehilangan sumber kehidupannya.



semua kan jadi kenangan
BalasHapus